3 Alasan Kenapa Sebaiknya Tidak Beli Akun Netflix di Black Market
![]() |
| source: kompas.com |
Pernah ada masanya, ketika saya sedang pengen banget Netflix-an, tetapi isi dompet bilang “maaf, nggak dulu". Sebagai kaum mendang-mending, harga berlangganan Netflix sebulan, sudah sangat bisa untuk membuat saya berpikir dan menimbang dengan sebaik-baiknya, mau pilih Netflix atau jajan?
Dalam kondisi yang sedemikian dramatis bagi saya, terbersitlah satu ide yang tentu saja bukan sesuatu yang patut ditiru, yaitu beli akun Netflix murah di black market. Sebuah keputusan yang sebenarnya sudah saya tahu dampak buruknya, tapi tetap saya lakukan.
Pelan tapi pasti, jari saya mulai meluncur ke salah satu sosmed, mencari akun yang menjual Netflix murah. Pada saat itu, saya benar-benar tidak tahu (karena tidak pernah mencari tahu) bagaimana sistem akun Netflix di black market itu bekerja.
Dari entah berapa banyak akun penjual Netflix murah, saya akhirnya memilih salah satu akun yang menurut saya lumayan ramai kolom komentarnya. Pertimbangan saya, seller-nya lumayan fast respons membalas komentar, berarti kalau ada masalah, seller-nya juga bisa se-fast respons itu.
Pada daftar harga yang diunggah oleh seller, tertera harga 33 ribu/bulan dengan ketentuan 1 profil 1 user. Jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga berlangganan Netflix secara legal.
Dalam keadaan lagi pengen banget nonton, lalu tergiur dengan harga yang semurah itu, jari-jari saya melesat cepat melakukan proses transfer kepada seller. Sebuah keputusan yang pada akhirnya memberi saya rasa penyesalan dan kapok.
Berdasarkan pengalaman pribadi, beli akun Netflix di black market adalah satu hal yang rasa-rasanya tidak akan saya ulangi lagi. Mau tahu kenapa? Tiga hal di bawah ini adalah alasannya
#1 Setelah Transfer, Harus Menunggu untuk Dapat Akses ke Akun
Masalah pertama langsung muncul, setelah saya melakukan transfer pembayaran. Harapan saya, setelah proses transfer, detail info untuk akses akun, bisa lancar-luncur mendarat di chat. Sama seperti bagaimana saya yang gercep mengirim bukti transfer. Nyatanya, saya harus menunggu sekitar dua jam. Kata seller-nya, kalau akunnya sudah ready, pasti dikabarin. Lah?
#2 Saat Akun Maintenance, Seller-nya jadi Slowres
Sampai kemudian info akun tersebut dikirim, perasaan lega itu ternyata hanya berlangsung beberapa hari. Kesabaran saya kembali diuji ketika akun yang saya pakai mengalami kendala. Pertama, saya terkena limit screen, kedua malah akunnya tidak bisa saya akses sama sekali.
Sesuai kesepakatan, saya pun mengajukan klaim garansi dengan segala macam bukti pendukung yang disebutkan saat awal transaksi.
Ajaibnya, alih-alih langsung mendapat penanganan, oleh seller, chat klaim garansi saya cuma dibaca. Tidak ada info apa pun.
Pada titik tersebut, rasanya saya jadi perang batin. Di satu sisi, saya kesal bukan main karena merasa sangat dirugikan. Tapi, mau marah juga gimana? Namanya juga beli di black market. Apa, sih yang bisa diharapkan dari sesuatu yang memang sudah salah sejak awal?
#3 Klaim Garansi Ternyata Sangat Menguji Kesabaran
Setelah bolak-balik ngechat, nanyain perkembangan klaim garansi, chat saya baru direspons sekitar hampir 8 jam. Saya klaim pagi, diresponsnya sore.
Katanya, toh sudah jadi perjanjian sejak awal bahwa proses garansi maksimal 3x24 jam, sementara komplain saya belum ada 1x24 jam, ckckck.
Baca chat seller tersebut, energi saya benar-benar kesedot. Sudah disabar-sabarin, masih pula dapat respons yang sedemikian aneh. Maksud saya tuh, kalaupun tidak bisa langsung diproses saat itu juga, setidaknya chat saya direspons dong. Bilang sabar kek, tunggu kek, atau apa gitu. Jangan cuma baca chat doang. Sampai tulisan ini saya buat, rasa kesalnya masih ada banget, padahal kejadiannya sudah beberapa bulan yang lalu.
Setelah seller-nya ngerespons pun, penyelesaian yang saya dapat masih sangat menguji kesabaran. Bagaimana tidak, kata seller-nya, admin libur saat weekend dan karena saya komplainnya hari Jumat, maka klaim garansi saya baru bisa diproses pada hari Senin.
Saking kaget dan kesalnya baca chat seller tersebut, saya sampai lemas sendiri. Bahkan untuk marah pun rasanya saya sudah tidak punya tenaga. Satu-satunya hal yang bisa saya lakukan adalah menyesali keputusan diri sendiri.
Sejak saat itu, saya benar-benar kapok beli akun Netflix di black market. Harga murah rasanya tidak sebanding dengan perasaan was-was dan tidak nyaman selama berlangganan. Takut kalau lagi asyik-asyiknya nonton, tiba-tiba akun yang saya pakai bermasalah lagim Namanya beli di black market, tidak ada jaminan kalau akun yang kita pakai akan aman setiap harinya. Kadang juga penyelesaian garansinya adalah dengan diberi akun baru, otomatis riwayat tontonan kita jadi hilang. Intinya ribet lah. Niatnya mau cari hiburan, jadinya malah dibikin tambah pusing.
Meskipun sampai tulisan ini saya buat, saya sedang pengen banget Netflix-an, tapi isi dompet menjerit, beli akun di black market adalah sesuatu yang tidak akan saya ulangi lagi. Cukup sekali saja. Kapok.


Komentar
Posting Komentar